Backpacker ke Maldives – Paradise on Earth (part 2)

Sunset di Maafushi, Maldives
Sunset di Maafushi, Maldives

Maldives.. Mungkin di bayangan green travelers sekalian adalah sebuah negara dengan pantainya yang cantik, langit biru, pasir putih, dan keindahan sebuah tempat berlibur yang eksotis. Mungkin juga di bayangan green travelers adalah sebuah negara yang mahal, yang tidak ramah kantong ala-ala backpacker. Nah tanggal 25 Juni 2015 kemarin saya berkesempatan mengunjungi Maldives bersama seorang teman saya. Bagi yang belum baca part 1, disarankan segera baca ya di sini. (sambungan..)

Continue reading “Backpacker ke Maldives – Paradise on Earth (part 2)”

Advertisements

Earth Hour 31 Maret 2012

Earth Hour 2012

Setiap tahunnya, seluruh dunia bersatu untuk “merayakan” Earth Hour di mana selama jam tersebut, kita dianjurkan untuk memadamkan lampu dan peralatan listrik lainnya yang tidak digunakan. Hal ini untuk melakukan penghematan dan merupakan sebuah bentuk penghormatan kepada bumi kami. Selain itu juga, Earth Hour merupakan bentuk kepedulian kita juga dalam penghematan energi.

Nah, tahun ini Earth Hour jatuh di hari Sabtu, 31 Maret 2012. Selama satu jam mulai dari jam 20.30 – 21.30, kita dianjurkan untuk memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tak digunakan lainnya. Ayo-ayo… mari kita lakukan sesuatu untuk bumi kita dari hal terkecil sekalipun.

Mengapa Tomcat Muncul?

Tomcat

Pemberitaan tentang penyebaran Tomcat yang sudah hampir mencapai seluruh kota di Pulau Jawa, membuat masyarakat bertanya-tanya. Mengapa populasi serangga sejenis kumbang tersebut bisa meningkat tajam.

Menurut Prof Dr Liana Bratasida, seorang staf ahli bidang lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup mengatakan, peningkatan populasi Tomcat yang melebihi normal seperti saat ini, salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim yang ekstrim.

Perubahan iklim yang cukup ekstrim itu membuat jenis kumbang Paederus tersebut mengalami kesuburan populasi. Hampir sama kasusnya dengan yang terjadi pada populasi ulat bulu yang melonjak drastis sebelumnya.

Di setiap daerah sebenarnya keberadaan Tomcat sudah ada. Mereka hidup di persawahan dan area perkebunan, hingga petani sudah akrab dengan keberadaan serangga ini.

Bahkan, Tomcat terkenal sebagai predator dari hama wereng. Hama yang terkenal mampu membuat petani rugi besar.

Kini, saat kasus kumbang Tomcat mencuat karena mereka memasuki wilayah perumahan dan apartemen, serta membuat banyak orang terluka akibat racunnya, maka sebenarnya hal ini akibat habitat aslinya telah berkurang atau bahkan rusak. Continue reading “Mengapa Tomcat Muncul?”

India Dinobatkan Sebagai Negara Green Growth Terbaik 2011

India Taj MahalMenurut analisis dari Bloomberg New Energy Finance, India dinobatkan sebagai negara dengan perkembangan hijau terbaik. Selama 2011 India menginvestasikan $10.3 milyar di sektor energi yang dapat diperbaharui, atau setara dengan 52% perkembangan di sektor tersebut. Begitu pula dengan sektor tenaga surya, dengan perkembangan lebih dari 700% dari tahun 2010. Begitu pula dengan investasi di bidang tenaga angin mencapai investasi hingga $4.6 milyar.

Secara keseluruhan, India menyumbang peningkatan investasi energi yang lebih hijau di dunia ini sebesar 4%.

Lalu bagaimana dengan negara kita?

Plastic Diet

Plastik adalah salah satu hasil bikinan manusia yang (sebenarnya) kurang ramah lingkungan. Bayangkan sebuah plastik akan tetap tertimbun dan sangat sulit terurai di alam. Bila setiap hari produksi plastik ini terus berjalan, maka jumlah plastik akan semakin menumpuk dan menumpuk.

Di luar negeri seperti China dan Jepang, orang-orangnya sudah mulai sadar akan keadaan ini dan mulai menggalakkan diet kantung plastik. Apakah kita orang Indonesia akan terus “ketinggalan”? Mari kita simak video “Plastic Diet” berikut ini:

Apple Mengubah Dunia Pendidikan – Suatu Inspirasi Hidup Lebih Hijau

Apple Education Event

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bila inovasi-inovasi yang diciptakan perusahaan komputer terbesar di Amerika ini selalu ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Berbagai revolusi dalam penemuan smartphone hingga tablet mengubah dunia ini menjadi lebih baik. Hebatnya lagi, Apple adalah salah satu perusahaan besar di dunia yang peduli dengan lingkungan.

Tengok saja desain Macbook Pro yang menggunakan casing aluminium dan sedikit komponen plastik di dalamnya. Bahkan Apple sudah mulai menghilangkan penggunaan CD/DVD sebagai media installer dan menggantinya dengan toko online (yang tidak meninggalkan residu). Begitu pula dengan kabel yang digunakan, bahan yang digunakan sebagai pembuat lebih ramah lingkungan.

Nah, kali ini GreenTravelers membahas sebuah event yang diadakan Apple tanggal 19 Januari 2012 kemarin di New York. Sebelumnya tulisan ini bukan untuk mempromosikan Apple, namun lebih ke arah inovasi sebuah perusahaan yang notabene sudah besar tapi tetap memperhatikan lingkungannya.

Continue reading “Apple Mengubah Dunia Pendidikan – Suatu Inspirasi Hidup Lebih Hijau”

Gajah Sumatera Terancam Punah

Gajah Sumatera
Gajah Sumatera

Kepunahan, artinya tidak akan ada lagi spesies yang sama di muka bumi ini. Selamanya spesies yang sama tidak akan bisa ditemukan lagi di sudut manapun di bumi ini. Salah satu yang menjadi sorotan WWF (World Wildlife Fund) adalah terancam punahnya gajah Sumatera. Dalam rilis resmi situ WWF tanggal 24 Januari lalu, status gajah Sumatera dinaikkan dari “Terancam” menjadi “Sangat Terancam”. Dikhawatirkan populasi gajah Sumatera ini akan punah dalam 30 tahun.

Jumlah populasi gajah ini menurun dari angka 5.000 ekor pada tahun 1985 menjadi 2.400 – 2.800 ekor saja. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan populasi adalah habitatnya. Meskipun undang-undang Indonesia melindungi, tetapi sebagian besar dari populasi gajah ini hidup di luar area konservasi. Hal ini tejadi karena penggundulan dan konversi hutan menjadi area perkebunan yang menyebabkan habitat gajah-gajah ini semakin berkurang.

Padahal Sumatera termasuk daerah yang memiliki habitat gajah terbesar di dunia setelah India dan Sri Lanka. Tapi Sumatera juga termasuk wilayah yang tingkat penggundulan hutannya tertinggi di dunia. Sumatera kehilangan dataran rendah alami sebanyak dua per tiga bagian hutan dalam kurun waktu 25 tahun ini. Padahal dataran rendah ini habitat yang ideal untuk gajah Sumatera.

“Hewan ini akan segera punah,” kata Dr. Carlos Drew dalam rilis resmi tersebut.

Penggundulan hutan penyebab berkurangnya populasi ini terjadi banyak di Provinsi Riau. Di sana, sekitar 80% jumlah gajah berkurang. Artinya, 6 dari 9 gajah menghilang di provinsi tersebut.

Kini saatnya pemerintah Indonesia lebih memperhatikan keselamatan dari spesies-spesies yang “dititipkan” Sang Pencipta kepada negara kita ini. Jangan sampai anak-cucu kita kelak hanya bisa melihat gajah Sumatera (dan spesies terancam lainnya) lewat buku cerita atau foto saja.