Backpacker ke Maldives – Paradise on Earth (part 2)

Sunset di Maafushi, Maldives
Sunset di Maafushi, Maldives

Maldives.. Mungkin di bayangan green travelers sekalian adalah sebuah negara dengan pantainya yang cantik, langit biru, pasir putih, dan keindahan sebuah tempat berlibur yang eksotis. Mungkin juga di bayangan green travelers adalah sebuah negara yang mahal, yang tidak ramah kantong ala-ala backpacker. Nah tanggal 25 Juni 2015 kemarin saya berkesempatan mengunjungi Maldives bersama seorang teman saya. Bagi yang belum baca part 1, disarankan segera baca ya di sini. (sambungan..)

Excursion
Salah satu sandbank di Maldives.
Salah satu sandbank di Maldives.

Pilihan wisata (excursion) yang disediakan Arena Beach Hotel cukup menarik dan beragam. Buktinya banyak sekali turis yang menginap di hotel lain tapi mengikuti excursion yang disedikan hotel kami. Harga excursion beragam mulai dari USD 30 – 45. Pilihannya antara lain ada scuba diving (snorkeling) di banyak titik, melihat ikan manta, makan siang di sandbank (pulau kecil yang hanya terdiri dari pasir dan akan tenggelam bila pasang), melihat penyu, memancing siang hari, memancing malam hari, scuba diving malam hari, dan wisata resort. Khusus wisata resort, pengunjung harus membayar tiket masuk ke resort sekitar USD 49 per orang.

Satu ketika, kami berdua bosan dengan scuba diving setiap hari. Akhirnya kami menuju ke salah satu “toko” water sport di Maafushi. Water sport di sana menyediakan wahana seperti wake boarding, surfboarding, ski-boarding, banana boat, knee boarding, sailing, dan banyak macam-macam olahraga air lainnya. Harganya cukup mahal. Saya dan teman saya yang memilih wake boarding ditarik USD 50. Oya, jangan lupa harga yang tertera di atas kertas mereka bisa ditawar ya. Kami berhasil menawar dari USD 36 menjadi USD 25. Bahkan dari cerita salah satu turis dari Malaysia, dia bisa mendapatkannya dengan harga hanya USD 20!
Male City
Suasana ibukota Male City, Maldives
Suasana ibukota Male City, Maldives

Hari keempat, saat sedang bosan-bosannya kami scuba diving, kami berdua memutuskan untuk berjalan-jalan menuju Male City. Setelah tanya sana sini, akhirnya kami mendapatkan informasi kalau kapal ferry dari Maafushi menuju Male berangkat setiap jam 8 pagi, dan pulangnya jam 3 sore. Kami juga harus membeli tiket ferry dulu di toko kelontong terdekat. Harga tiket ferry satu arah USD 2 / orang. Perjalanan menuju Male kurang lebih 1.5 jam naik ferry.

Male City adalah ibukota Maldives. Kotanya merupakan pusat perniagaan dan ekonomi Maldives. Suasana kotanya sangat padat. Bahkan orang-orang sana naik sepeda motor tanpa menggunakan helm. Mengapa? Karena jalanannya kecil dan padat, sehingga tidak bisa ngebut.
Fish Market atau pasar ikan di Male City, Maldives
Fish Market atau pasar ikan di Male City, Maldives

Male City tidak terlalu besar. Dari ujung ke ujung bisa ditempuh dengan jalan kaki kurang lebih 20 menit. Suasananya juga ramah turis, alias tidak ada mata-mata yang memandang aneh melihat kami orang Asia timur (bayangkan kalau di Surabaya ada bule jalan, pasti pada ngeliatin kan?).

Lantas apa aja yang bisa dilihat di Male City? Sayangnya, tidak banyak. Kami hanya mengunjungi museumnya. Museum tersebut menarik tarif USD 15 untuk 2 orang (sudah termasuk ijin foto). Sayangnya lagi, di museum itu menurut kami tidak ada apa-apanya. Barang-barang yang dipajang di sana tidak terlalu tua. Mungkin sejarah Maldives juga belum tua-tua amat.
Setelah itu kami mengunjungi fish market atau pasar ikan yang terkenal di sana. Di sana beragam jenis ikan (sebagian besar tuna) dipajang di lantai. Iya, di lantai. Banyak sekali. Juga banyak turis yang rela ke sana untuk sekedar melihat-lihat pasar ikan yang terkenal ini.
Setelah itu? Well, tidak ada lagi. Sisanya kami mengunjungi masjid, taman, yang menurut kami biasa saja. Tidak ada yang spesial. Dan kami pun segera menuju dock untuk kembali ke Maafushi.
Suasana ibukota Male City, Maldives
Suasana ibukota Male City, Maldives
Kapal ferry yang mengangkut kami menuju Male City
Kapal ferry yang mengangkut kami menuju Male City
Other Experience
Maldives adalah sebuah negara yang merupakan kumpulan dari pulau-pulau kecil. Dari satu pulau ke pulau lain sarana transportasi yang digunakan adalah kapal ferry. Bagi teman-teman yang ingin backpacker ke sana, disarankan download jadwal keberangkatan kapal ferry tersebut di website milik pemerintah setempat (search google). Waktu tempuh antar pulau juga terbilang panjang. Dari Maafushi menuju Male City ditempuh selama 1.5 jam naik ferry.
Selain itu bagi teman-teman yang mudah mabuk laut, disarankan membawa antimo. Perjalanan menuju titik snorkeling dengan kapal speedboat sudah terbukti “memakan korban”. Kami satu rombongan dengan turis asal Kroasia, Taiwan, Singapore, dan Malaysia hendak snorkeling di satu titik. Gelombang yang tinggi membuat speedboat kami terbanting-banting. Alhasil, turis dari Singapore dan Taiwan muntah-muntah. Untungnya saya dan teman saya kuat naik kapal ya.
Jangan lupa bawa sunblock juga. Matahari di sana sangat panas menyengat.
Oya, air bersih di Maldives sangat mahal. Dan toko kelontong setempat menjualnya dengan harga yang cukup fantastis. Air mineral botol ukurang sedang saja sekitar USD 1.5. Sedangkan botol besar dihargai USD 3. Makan di sana juga cukup menguras kantung kami. Sekali makan minimal USD 10. Tapi makanannya enak sih.
Waktu berkunjung paling ideal adalah selama bulan Desember hingga Juni. Cuaca masih sangat cerah, tidak hujan, gelombang tidak begitu tinggi.
greentravelers - maldives - beach 03
Akhir kata
Perjalanan kami kali ini ke Maldives begitu menarik. Sebuah negara yang hanya sering kami lihat di internet setiap malam, dengan pemandangan yang begitu menakjubkan. Untuk pantainya, tidak diragukan lagi, seperti gambar-gambar di kartu pos: langit biru, laut jernih, pasir putih, dengan pohon kelapa yang rindang.
Sebenarnya kami hendak melihat glowing sand di sana. Tapi fenomena alam yang satu ini munculnya sangat jarang dan cuma sesekali. Selama 7 hari kunjungan kami kesana, kami kurang beruntung melihat plankton-plankton yang bersinar di tepi pantai. Mungkin lain kali ya. Karena Maldives, kami pasti akan kembali lagi ke sana suatu hari kelak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s