Plengkung – G Land – Ujung Pulau Jawa

Saat menulis artikel perjalanan ini, bulu romaku berdiri memikirkan betapa menggodanya pesona alam di Indonesia. Sungguh Indonesia adalah negara dengan karunia Tuhan yang luar biasa, dengan ribuan tempat wisata yang menawan dan menarik. Dan kali ini, GreenTravelers akan membuat catatan perjalanan singkat perjalanan kami ke Plengkung.

Peta Plengkung Taman Nasional Alas Purwo
Koordinat Plengkung

Pantai Plengkung (atau biasa disebut Plengkung saja) terletak di ujung kanan bawah pulau Jawa. Mudah sekali menemukannya di peta buta. Cukup melihat di ujung timur-selatan pulau Jawa, ada semacam “lengkungan”, di situlah letak Plengkung atau G-Land (karena bentuknya seperti huruf “G”). Untuk mencapai G-Land, sungguh tidak mudah. Perjalanan 9 jam Surabaya-Banyuwangi ditempuh melalui jalur darat. Setelah itu, dengan mobil carteran, dari Banyuwangi menuju Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) memakan waktu 2 jam dengan kondisi jalan yang sangat buruk.

Gerbang Taman Nasional Alas Purwo

Perjalanan masuk ke kompleks TNAP sungguh sebuah perjuangan. Kami harus menembus hutan selama 1 jam, ditemani pohon-pohon yang tinggi menjulang di sisi kiri-kanan kami. Jalan yang kami lalui juga merupakan jalan sirtu (pasir berbatu) yang memaksa kami harus menggunakan gigi satu selama perjalanan. Oya, selama perjalanan masuk ke kawasan TNAP, kami juga sempat melihat sebuah pura Hindu di dalam hutan.

Masuk kompleks TNAP (Alas Purwo) kami harus membayar tiket masuk. GreenTravelers lupa tepatnya berapa tapi harganya tidak terlalu mahal. Dan setelah perjalanan yang cukup melelahkan kami pun tiba di pos peristirahatan pertama. Di pos pertama itu disediakan musholla, bumi perkemahan dan kamar mandi. Kalau kita menuruni tangganya, maka kita akan menemukan sebuah pantai yang sepi (yang panjang, yang indah, atau apapun.. just named it).

Gerbang TNAP

Setelah berunding dengan teman-teman seperjalanan, akhirnya kami memutuskan untuk masuk lebih dalam ke dalam kawasan Plengkung. Sayangnya, mobil pribadi tidak diijinkan untuk masuk lebih dalam. Kami harus men-carter mobil 4WD untuk masuk. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa sebuah pick-up dengan bak terbuka dengan harga sewa sekitar Rp.120.000,- untuk antar jemput.

Pantai Pancur TNAP Plengkung

Di atas bak mobil, kami berbaring melihat ke atas. Sesekali kami melihat beraneka macam burung yang terbang. Kadang-kadang mobil harus berhenti untuk memberi kesempatan rusa atau kijang menyeberang jalan. Ada ayam hutan, babi hutan dan beraneka satwa yang kami lihat selama perjalanan, ditemani dengan rimbunnya pepohonan di kiri kanan kami.

Sekitar 30 menit masuk ke hutan, akhirnya kami tiba di surf camp Plengkung. Sayangnya bulan itu ombak sedang tidak bagus sehingga surf camp tutup. Kami pun berjalan menyusuri pantai dan menikmati apa sebenarnya arti dari G-Land itu. Dan benar, sebuah pantai yang sangat cantik, dengan deburan ombak khas laut selatan, karang-karang yang hitam pekat dan juga butiran pasir pantai yang sehalus merica. Pantai-pantai di sini juga seolah tidak berujung. Sejauh mata memandang, hamparan pantai panjang yang sepi terlihat. Tidak ayal lagi, kami serasa menjadi pemilik pantai itu meski hanya sesaat.

Surf Camp yang tutup

Sore harinya setelah puas bermain-main di surf camp, kami pun kembali menuju pos pertama. Di tengah jalan, tiba-tiba pick-up yang kami tumpangi tiba-tiba berhenti. Ternyata drivernya meminta kami turun untuk menikmati pemandangan sunset yang berbeda. Kami bingung, “Bagaimana caranya? Ini kan di dalam hutan, tidak kelihatan apa-apa.” Tapi kemudian bapak itu menunjukkan jalan kepada kami untuk menembus hutan. Dan benarlah. Setelah perjalanan sekitar 10 meter, kami menemukan sebuah pantai yang lebih indah lagi. Pasirnya sangat halus, bahkan menelan sandal-sandal kami. Beberapa dari kami kehilangan sandal ditelan pasir.

Sunset seperti kuning telur di Plengkung

Sunset di situs yang diberi nama “Tigerclaw” ini benar-benar luar biasa indah. Matahari tampak seperti kuning telur berwarna oranye yang pelan-pelan turun dan tenggelam di ufuk barat. Wow! Itu adalah pemandangan yang (menurut GreenTravelers) paling indah, bahkan lebih indah ketimbang sunset di Kuta, Bali. Ditambah lagi kondisi pantai yang sepi. Dan ditambah lagi dengan gua persemedian orang-orang yang mencari “ilmu”, semakin menambah keindahan sekaligus keangkeran Plengkung.

Dan akhirnya, kami pun kembali ke pos pertama dan kemudian bersiap-siap untuk kembali ke Banyuwangi pada malam harinya. Sungguh sebuah pengalaman yang indah dan tak terlukiskan mengunjungi titik paling tenggara pulau Jawa.

One thought on “Plengkung – G Land – Ujung Pulau Jawa

  1. Wah, enjoy banget pasti liburan disana, walopun baru belajar surfing, tapi mau coba ah ombak yang keren di G-Land Banyuwangi ini, katanya emang banyak surfer profesiaonal yang udah mulai lirik tempat ini.. thanks ya sharenya, bagi2 info wisata deh yuk, coba liat kesini deh >> http://goo.gl/oO6GTs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s