Karimun Jawa – Keindahan Tiada Tara

Salam Traveling! Kali ini GreenTravelers akan mengulas singkat tentang Karimun Jawa (Karimunjawa / Karjaw), sebuah objek wisata yang akhir-akhir ini mulai populer dan diminati. Mudah-mudahan artikel ini bisa membantu bagi yang mau traveling ke sana liburan nanti.

Akses ke Karimun Jawa sebenarnya tidaklah sulit, hanya melelahkan. Dari Semarang, kita perlu naik mobil (atau angkutan umum) ke Jepara untuk naik KM Muria menuju Karimun Jawa. Perjalanan dari Semarang menuju Jepara kurang lebih dua sampai tiga jam, tergantung kondisi lalu lintas. Sebaiknya tibalah di Jepara (di pelabuhan) sebelum jam 9 pagi karena KM Muria berangkat jam 9 pagi. Tiket kapal yang kelas ekonomi kurang lebih sekitar Rp.30.000,- per kepala.

Perjalanan menuju Karimun Jawa 6 jam tepat (yap, persis 6 jam) dan tiba di Pulau Menjangan Besar jam 3 sore. Selama 6 jam di kapal, Anda bisa tiduran ataupun menuju buritan melihat laut. Tolong ya, jangan buang sampah ke laut. Mari kita jaga aset berharga negeri kita dengan sebaik-baiknya.

Sesampainya di Pulau Menjangan Besar, Anda bisa mulai mencari penginapan di sepanjang jalan. Saran GreenTravelers, sebaiknya ikut agen perjalanan khusus Karimun Jawa yang ada di Semarang atau di Solo. Selain hotel, makan dan transportasi sudah tersedia, perjalanan juga lebih nyaman.

Karena tiba di sana sudah sore (jam 3) maka sebaiknya untuk sisa hari ini kami tidak berjalan-jalan di pulau lain dulu. Kami menuju dermaga untuk foto matahari terbenam (sunset) dan malam harinya bisa menuju alun-alun untuk sekedar nongkrong di warung kopi. Jangan kuatir, keadaan di sana cukup aman meskipun berjalan-jalan di sore/malam hari. Sepertinya warga setempat juga sudah terbiasa dengan wisatawan.

Keesokan harinya (hari kedua), kami memulai petualangan di kepulauan Karimun Jawa. Bangunlah pagi-pagi dan minta untuk diantarkan melihat matahari terbit (sunrise) di sekitaran peninsula Pulau Menjangan Besar. Bila Anda beruntung dan cuaca cerah, maka sunrise bisa terlihat jelas dan sangat cantik.

Salah satu daya tarik di Karimun Jawa adalah snorkeling spot nya yang indah. Selama di sana, kami dipuaskan dengan snorkel dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Keindahan alam bawah laut Karimun Jawa memang tiada taranya. Bahkan menurut bapak yang mengantarkan kami waktu itu, terumbu karang dibiakkan di Karimun Jawa dan kemudian dikirim ke Kepulauan Seribu bahkan ke Bunaken di Sulawesi Utara. Hati-hati ketika snorkeling, jangan sampai tertusuk bulu babi. Puas-puaskan untuk berfoto di bawah air. Biasanya nelayan setempat menyediakan kamera bawah air untuk ajang bernarsis ria.

Siang harinya ketika perut sudah mulai lapar, kami diantar untuk makan siang di sebuah pulau. Pulau apa namanya GreenTravelers lupa. Tapi yang tidak bisa dilupakan adalah sensasi makan siang yang nikmat! Di sebuah pulau yang sepi, kami diberi kesempatan untuk membakar ikan sendiri. Makan siangnya ikan laut yang segar, berprotein tinggi, ditemani nasi hangat dan teh manis, di alam terbuka dan dengan sambal yang luar biasa nikmatnya. Hmmmm…. Sungguh suatu pengalaman yang takkan terlupakan. Seusai makan siang, kami diberi kesempatan untuk bermalas-malasan di pulau itu. Bisa tiduran di bawah pohon yang rindang sambil mendengarkan lagu “Anak Pantai”, atau bagi yang suka foto-foto ada banyak lokasi di sana yang bagus. Yang jelas pulau itu sepi. Serasa pulau milik kami sendiri.

Kami pun melanjutkan lagi untuk snorkeling di beberapa lokasi lagi sebelum akhirnya kami kembali ke pulau utama dan penginapan. Sore harinya, kami kembali ke hotel dan kemudian istirahat. Malam hari di Karimun Jawa tidak ada apa-apa. Jadi kami biasa nongkrong di depan penginapan dan mengobrol hingga larut malam.

Hari ketiga di Karimun Jawa, kami masih menuju pulau ke pulau untuk menikmati keindahan alam bawah laut Karimun Jawa. Memang tidak bosan-bosan karena setiap lokasi yang kami kunjungi selalu saja ada yang baru. Menurut nelayan yang mengantar kami, bila datang di bulan sekitaran Juni, kami bisa melihat lumba-lumba berenang mengikuti kapal. Sayang kunjungan saat itu belum terlihat lumba-lumbanya.

Kami kemudian menuju ke sisi lain dari Pulau Menjangan Besar. Di sana, pantainya sangat sangat indah. Pasirnya halus dan bersih seperti merica, suara deburan ombak yang menenangkan, pohon kelapa yang tumbuh subur. Kami puas-puaskan diri kami berfoto dan bermain air. Lewat bantuan nelayan, kami juga berhasil “memegang” bulu babi.

Sore harinya sebelum kembali ke pulau utama, kami diajak mampir ke pulau tempat penangkaran hiu dan penyu. Di sana kami ditantang untuk berenang bersama hiu-hiu kecil. Memang tidak semudah kelihatan seperti di TV. Ikan-ikan hiu itu tampak jinak tapi… er… ketakutan itu tetap ada. Di sana ada dua kolam besar, masing-masing hiu hitam dan hiu putih. Hiu putih lebih ganas, kami pun dilarang masuk ke sana. Hanya bisa melihat dari atas. Bagi yang ingin berenang bersama hiu, usahakan tubuh dalam keadaan mulus dalam artian tidak ada luka apapun. Larangan keras khusus bagi wanita yang sedang datang bulan. Hal ini dikarenakan hiu sangat mudah sekali terpancing dengan bau anyir darah.

Dan di hari terakhir, kami pun kembali menuju Jepara dengan KM Muria yang berangkat pukul 9 pagi juga. Setiap dari kami pulang dengan suasana hati yang bersuka cita, dengan segudang pengalaman yang tak terlupakan: bertualang di salah satu kepulauan terbaik di Indonesia. Rasa-rasanya mata dan hati kami telah dimanjakan oleh keindahan Karimun Jawa yang tiada tara, dan berharap kita akan kembali ke sana suatu hari nanti.

Galeri perjalanan kami di Karimun Jawa:

2 thoughts on “Karimun Jawa – Keindahan Tiada Tara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s