Benarkah Makanan Organik Lebih Baik?

Kita manusia kadang terlalu sibuk bekerja, mencari uang, dan berjuang di kehidupan kita masing-masing, sampai terkadang kita lupa akan bumi kita yang perlahan menuju ambang kehancuran. Glacier mulai meleleh, spesies semakin sulit bertahan hidup dan jutaan orang menderita kelaparan. Untuk itulah beberapa orang yang peduli meneriakkan seruan “Go Green” untuk bumi yang lebih baik. Tidak hanya menyelamatkan bumi ini melainkan juga menyelamatkan umat manusia juga.

Salah satu seruan “Go Green” yang sedang marak adalah seruan untuk mulai mengkonsumsi makanan organik. Dua pertanyaan yang kerap muncul tentang makanan organik ini adalah: Apakah dengan mengkonsumsi makanan organik membantu menyelamatkan bumi ini dan apakah makanan organik lebih bergizi daripada yang non-organik? Mari kita bahas satu per satu.

Apakah dengan mengkonsumsi makanan organik membantu menyelamatkan bumi ini?

Pertama kita harus memahami apakah makanan organik itu sebenarnya. Yang menjadi pembeda makanan organik dan non-organik terletak pada proses penumbuhan bahan makanan ini – pengurangan pemakaian (atau penghilangan sama sekali) bahan sintesis seperti suntik hormon, pestisida dan bahan persevative lainnya.

Secara sederhana, pengurangan pemakaian bahan kimia tentunya akan mengurangi kadar senyawa kimia di atmosfir ini. Selain itu, pengurangan ini juga berdampak pada kualitas tanah yang lebih baik, yang lebih kaya akan nutrisi alami ketimbang yang dipupuk dengan bahan sintesis.  Pada udara dan pada tanah, GreenTravelers juga percaya dengan pengurangan pemakaian bahan sintesis ini mengurangi kadar racun juga pada air mengalir. Pengurangan bahan sintesis pada satu lingkup daerah terbukti meningkatkan kualitas air, tanah dan udara.

Apakah makanan organik lebih bergizi dari makanan non-organik?

Banyak orang skeptis yang merasa tidak begitu ada perbedaan antara makanan organik dan yang non-organik. Tetapi pengumpulan informasi dari tahun ke tahun membuktikan sebaliknya: makanan organik lebih baik ketimbang yang non-organik.

Kenyataannya, makanan organik diproduksi dengan tanpa menggunakan bahan artifisial seperti pestisida dan suntik serta bahan kimia, akan membuat bahan makanan organik ini menjadi lebih bernutrisi. Pupuk kimia yang digunakan di produk konvensional membuat buah atau sayuran “dipenuhi” dengan air sehingga membuat nutrisi semakin sedikit. Karena produk organik tidak menggunakan pupuk kimia, maka nutrisi seperti vitamin, mineral dan antioksidan ditemukan lebih banyak ketimbang non-organik.

Banyak orang berasumsi penggunaan bahan kimia dan pestisida tidak berefek apa-apa pada tubuh manusia. Pada kenyataannya, bahan kimia itu bisa mengendap dalam tubuh manusia dan seperti bom waktu, akan “meledak” suatu hari nanti. Pestisida membahayakan, meski tidak secara langsung efeknya dirasakan.

Selain itu, buah dan sayuran yang tidak menggunakan pestisida akan membentuk sistem imun atau kekebalan tubuh untuk melindungi diri mereka dari serangan hama. Secara otomatis buah atau sayuran seperti ini akan memiliki kandungan phytonutrient dan antioksidan yang lebih tinggi. Sebaliknya pada produk non-organik yang menggunakan pestisida, mereka tidak memiliki kesempatan untuk membentuk sistem imun mereka sendiri yang berakibat kurangnya kandungan antioksidan.

Antioksidan yang tinggi akan membantu tubuh kita menangkis segala ancaman kuman penyakit dari luar. Secara keseluruhan, makanan organik lebih sehat daripada yang non-organik. Jadi, siapkah Anda beralih ke produk organik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s