10 Places I Would Like To Go Before I Die

Inilah 10 tempat yang ingin GreenTravelers kunjungi sebelum hidup ini berakhir. Langsung saja:

1. Raja Ampat Papua

raja ampatTerkenal akan keindahan bawah laut yang tiada taranya di dunia ini. Lebih dari 500 spesies terumbu karang dunia ada di sini. Kabar baiknya, terletak di Indonesia. Kabar buruknya, ongkos perjalanan yang sangat mahal dan juga biaya-biaya yang tidak murah. Sedangkan dengan ongkos yang sama kita sudah bisa pergi ke luar negeri.

2. Tibet

istana potala tibetPegunungan Himalaya Tibet memang pantas dijuluki sebagai puncak dunia. Dahulu Tibet banyak menyimpan misteri sebelum akhirnya dibuka oleh China untuk umum. Bila Anda berada di Tibet, jangan kaget bila Anda sedikit kesulitan bernapas di sana karena minimnya oksigen. Selain itu juga, istana Potala dan Dalai Lama cukup mengundang rasa penasaran GreenTravelers.

3. Hawaii

Hawaii Wave SurfSering melihat di film, bukan berarti Hawai mudah diakses. Yap, tiket perjalanan yang sangat-sangat mahal untuk mengunjungi salah satu pulau terindah di dunia ini membuat GreenTravelers penasaran: seindah apa sih pulau Hawai? Mengunjungi Hawai juga salah satu obsesi GreenTravelers untuk mengunjungi Samudera Pasifik, samudera terluas di dunia.

4. Kepulauan Karibia

Caribbean IslandsSinar matahari, laut yang jernih, pasir yang putih, suatu kombinasi pemandangan yang menakjubkan.Kepulauan Karibia memang salah satu objek wisata yang sangat digemari bagi pecinta matahari dan pantai.

 

 

5. Benua Antartika

Sebenarnya GreenTravelers ingin merasakan bagaimana sih rasanya menginjak benua kelima di dunia ini. Selain itu juga ingin melihat pinguin-pinguin yang lucu-lucu berjalan dan meluncur (jadi ingat film “Madagascar” nih). Pahatan-pahatan es di belahan selatan bumi ini dan juga fenomena-fenomena alam di sana seolah membangkitkan rasa penasaran GreenTravelers.

6. Afrika Selatan

Safari AfricaBenua yang sering dianggap paling miskin ini sebenarnya menyimpan banyak potensi alam yang luar biasa uniknya. Ingin rasanya bertualang naik mobil jip terbuka, berseragam safari dan menuju savannah untuk melihat keragaman satwa Afrika. Bukan untuk berburu, tapi untuk merasakan pengalaman seperti seorang Indiana Jones.

7. Gunung Everest

Mt Everest

Gunung tertinggi di dunia, semua pendaki ingin menaklukkannya. Termasuk GreenTravelers.

8. Great Barrier Reef Australia

great barrier reef

Rangkaian terumbu karang paling indah di dunia. Bahkan dari udara, rangkaian ini bisa disaksikan. Bukti sebuah ciptaan Tuhan yang agung dan indah.

9. Alaska

aurora borealisAlasan GreenTravelers mengunjungi tempat ini hanya satu: Aurora Borealis! Ketika cahaya natural di angkasa bertabrakan dengan partikel-partikel magnet bumi, terciptalah keindahan alam yang sangat unik ini. Rasanya sangat disayangkan bila dalam hidup yang cuma sekali ini tidak sempat melihat Aurora Borealis.

10. Bulan

bulan

Well, mungkin Neil Armstrong orang pertama yang mendarat di bulan. Tapi tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan akan ada “paket wisata menuju bulan”.

Profil Laut Indonesia (dari Departemen Kelautan dan Perikanan Indonesia)

Sumber : http://www.dkp.go.id

keindahan alam laut Indonesia
Salah satu pemandangan bawah laut Raja Ampat

Laut Indonesia memiliki luas lebih kurang 5,6 juta km 2 dengan garis pantai sepanjang 81.000 km, dengan potensi sumberdaya, terutama perikanan laut yang cukup besar, baik dari segi kuantitas maupun diversitasnya. Selain itu Indonesia tetap berhak untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam di laut lepas di luar batas 200 mil laut ZEE, serta pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam dasar laut perairan internasional di luar batas landas kontinen.Nampak bahwa kepentingan pembangunan ekonomi di Indonesia lebih memanfaatkan potensi sumberdaya daratan daripada potensi sumberdaya perairan laut.

Memperhatikan konfigurasi Kepulauan Indonesia serta letaknya pada posisi silang yang sangat strategis, juga dilihat dari kondisi lingkungan serta kondisi geologinya, Indonesia memiliki 5 ( lima ) keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, yaitu :

• Marine Mega Biodiversity ; wilayah perairan Indonesia memiliki keragaman hayati yang tidak ternilai baik dari segi komersial maupun saintifiknya yang harus dikelola dengan bijaksana.

• Plate Tectonic ; Indonesia merupakan tempat pertemuan tiga lempeng tektonik, sehingga wilayah tersebut kaya akan kandungan sumberdaya alam dasar laut, namun juga merupakan wilayah yang relatif rawan terhadap terjadinya bencana alam.

• Dynamic Oceanographic and Climate Variability , perairan Indonesia merupakan tempat melintasnya aliran arus lintas antara samudera Pasifik dan samudera Indonesia, sehingga merupakan wilayah yang memegang peranan penting dalam sistem arus global yang menentukan variabilitas iklim nasional, regional dan global dan berpengaruh terhadap distibusi dan kelimpahan sumberdaya hayati.

• Indonesia dengan konsep Wawasan Nusantara, sebagaimana diakui dunia internasional sesuai dengan hukum laut internasional (UNCLOS 82), memberikan konsekuensi kepada negara dan rakyat Indonesia untuk mampu mengelola dan memanfaatkannya secara optimal dengan tetap memperhatikan hak-hak tradisional dan internasional.

• Indonesia sebagai negara kepulauan telah menetapkan alur perlintasan pelayaran internasional, yaitu yang dikenal dengan Alur Lintas Kepulauan Indonesia (ALKI), hal ini mengharuskan kita untuk mengembangkan kemampuan teknik pemantauannya serta kemampuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya.

Pembangunan kelautan dan perikanan dimasa datang diharapkan menjadi sektor andalan dalam menopang perekonomian negara dalam pemberdayaan masyarakat yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan. Menyadari hal tersebut, maka peran ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan dan perikanan menjadi sangat penting dan perlu dioptimalkan serta diarahkan agar mampu melaksanakan riset yang bersifat strategis yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat luas terutama oleh para pelaku industri dan masyarakat pesisir pada umumnya.

BADAN RISET KELAUTAN DAN PERIKANAN

DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN

KEPALA

Ttd

Prof.Dr. Ir. Indroyono Soesilo, MSc.

Asal Usul Angkot Medan yang Disebut “Sudako”

ADA banyak angkutan kota (angkot) menggunakan mini bus yang beroperasi di Kota Medan – di antaranya KPUM, Rahayu, Gajah Mada, Desa Maju, Morina, Medan Bus, Nasional, Povri, dll – tapi orang Medan sejak dulu menyamakan semua nama angkot itu dengan kata Sudako. Bagaimana ceritanya?

Sudako memang akrab bagi warga Medan. Jauh sebelum moda transportasi umum bertambah banyak seperti sekarang – taksi, becak mesin, dan tentu saja angkot bermerk lain – Sudako menjadi sarana transportasi andalan warga Medan, selain becak dayung dan bemo tentunya. Awalnya, penamaan Sudako hanya untuk angkot berwarna kuning saja. Lama kelamaan, hampir semua angkot disebut dengan Sudako.

Setelah kami coba telusuri di internet, hampir tak ada referensi baku mengenai hal ini selain sepenggal informasi yang ada di wikipedia. Selain itu, ada sedikit informasi lain dari sebuah blog. Lucu juga rasanya tak ada yang membukukan sejarah angkutan kota yang sangat fenomenal di Kota Medan ini.

Ya, Sudako memang fenomenal. Tak berlebihan rasanya menyebutkan mungkin tak ada warga Medan yang tak mengenal Sudako. Moda transportasi yang kalau dipaksa bisa mengangkut hingga 20 penumpang ini dengan mudahnya bisa Anda temukan di Medan. Malah, saking banyaknya populasinya, Sudako dituding sebagai salah satu biang kemacetan di Kota Medan.

Tudingan yang bukan tanpa alasan. Sudako memang sering kali slonong boy di jalanan. Padahal, populasi Sudako di Medan jumlahnya ribuan unit. Hanya sedikit sopir Sudako yang patuh pada rambu lalu lintas. Sisanya bak raja jalanan. Menaik turunkan penumpang sesukanya, kebut-kebutan sesama sopir, menerobos lampu lalu lintas, bisa berhenti di mana saja, dan parahnya lagi, si sopir kalau sudah kebelet bisa pipis di mana saja. Tinggal buka pintu depan kanan, lalu dengan cueknya si sopir mengencingi roda depan mobilnya sendiri! Selebihnya, tak usah dijelaskan lagi.

Cukuplah cerita soal perilaku sopir Sudako. Kali ini kita hanya ingin membongkar sedikit mengenai asal usul kata Sudako. Karena tanpa referensi baku, asal usul kata Sudako ini lalu kami coba bakukan dari sejumlah informasi dari mulut ke mulut saja.

Ada yang menyebutkan, kata Sudako merupakan singkatan dari kalimat Sumatera Daihatsu Company (Sudaco dan kemudian dibaca menjadi Sudako). Ini mungkin ada benarnya. Bisa jadi angkutan umum pertama di Medan menggunakan mobil bermerk Daihatsu buatan Jepang.

Di Wikipedia, tercatat Sudako pertama menggunakan minibus Daihatsu S38 dengan mesin 2 tak kapasitas 500cc. Di Jepang, type ini untuk pertama kali dijual pada tahun 1972. Sekarang ini, Daihatsu type ini sudah jarang terlihat, apalagi yang masih berbentuk Sudako. Jenis mobil ini kini banyak digunakan tukang duplikat kunci. Bagi Anda yang tidak sempat mengenalnya, mungkin olok-olokan nama Daihatsu Truntung bisa lebih mudah membayangkannya. Dinamakan begitu karena suara yang keluar dari knalpotnya trungggggg… tung… tung… tung… tung…

Sudako Daihatsu S38 ini merupakan modifikasi dari mobil pick up. Bagian belakangnya ditambahkan body berbahan plat dilengkapi kaca yang bisa digeser di kedua sisinya. Di belakang, diletakkan dua buah kursi panjang. Pintu masuk belakang dibiarkan terbuka tanpa penutup. Penumpangnya duduk berhadapan. Saking sempitnya, lutut penumpang yang berhadapan sering kali terpaksa bergesekan.

Setelah Daihatsu S38, muncul Daihatsu Hijet 55 Wide dan kemudian diikuti Daihatsu Hijet 1.000. Karena faktor usia, perlahan jenis S38 menghilang dan digantikan dengan minibus keluaran lebih baru.

Meski menyusahkan, situasi begini ada juga untungnya. Ruang yang sempit sering kali menjadi pembuka komunikasi antar penumpang yang tak saling mengenal. Karena armada Sudako masih sedikit, sering kali penumpang bertemu kembali keesokan harinya. Malah tak jarang Sudako menjadi ajang bertukar informasi bagi kaum ibu. Misalnya perbedaan harga bahan pokok di pasar A dan di pasar B. Di Sudako, meski tak saling kenal, kaum ibu anteng-anteng saja berdiskusi mengenai harga cabai, misalnya. Ya persis diskusi kaum bapak di warung kopi lah.

Masih mengutip Wikipedia, trayek pertama kali Sudako adalah Lin 01, (Lin sama dengan trayek) yang menghubungkan antara daerah Pasar Merah (Jalan HM. Joni), Jalan Amaliun (via Jalan Ismailiyah) dan terminal Sambu, terminal pusat pertama angkutan penumpang ukuran kecil dan sedang di Medan.

Selain berasal dari kalimat Sumatera Daihatsu Company, ada juga yang menyebutkan Sudako merupakan singkatan kata Suzuki, Daihatsu dan Colt (Mitsubishi). Angkutan umum di Medan pada era tahun 60 hingga 70an didominasi ketiga merk tersebut. Selain Daihatsu S38, masih ingat kan pada Bemo yang di negeri asalnya disebut Daihatsu Midget? Tahun 60an hingga 80an, Bemo masih merajai jalanan Kota Medan. Malah, Bemo pernah diandalkan menjadi transportasi Medan-Pangkalan Brandan.

Nah, begitulah sedikit penjelasan kenapa angkutan umum di Medan dinamakan Sudako. Ia menjadi nama generik untuk menyebutkan minibus yang digunakan menjadi angkutan kota. Walau sekarang sudah banyak perusahaan angkutan kota yang berbeda nama, perusahaan, dan warna, warga Medan tetap menamai angkutan kota – meski menggunakan Toyota Kijang, Isuzu Panther, Daihatsu Zebra, Espass, bahkan Gran Max, Suzuki Carry – dengan nama Sudako.

(disadur dari www.medantalk.com)

Benarkah Makanan Organik Lebih Baik?

Kita manusia kadang terlalu sibuk bekerja, mencari uang, dan berjuang di kehidupan kita masing-masing, sampai terkadang kita lupa akan bumi kita yang perlahan menuju ambang kehancuran. Glacier mulai meleleh, spesies semakin sulit bertahan hidup dan jutaan orang menderita kelaparan. Untuk itulah beberapa orang yang peduli meneriakkan seruan “Go Green” untuk bumi yang lebih baik. Tidak hanya menyelamatkan bumi ini melainkan juga menyelamatkan umat manusia juga.

Salah satu seruan “Go Green” yang sedang marak adalah seruan untuk mulai mengkonsumsi makanan organik. Dua pertanyaan yang kerap muncul tentang makanan organik ini adalah: Apakah dengan mengkonsumsi makanan organik membantu menyelamatkan bumi ini dan apakah makanan organik lebih bergizi daripada yang non-organik? Mari kita bahas satu per satu.

Apakah dengan mengkonsumsi makanan organik membantu menyelamatkan bumi ini?

Pertama kita harus memahami apakah makanan organik itu sebenarnya. Yang menjadi pembeda makanan organik dan non-organik terletak pada proses penumbuhan bahan makanan ini – pengurangan pemakaian (atau penghilangan sama sekali) bahan sintesis seperti suntik hormon, pestisida dan bahan persevative lainnya.

Secara sederhana, pengurangan pemakaian bahan kimia tentunya akan mengurangi kadar senyawa kimia di atmosfir ini. Selain itu, pengurangan ini juga berdampak pada kualitas tanah yang lebih baik, yang lebih kaya akan nutrisi alami ketimbang yang dipupuk dengan bahan sintesis.  Pada udara dan pada tanah, GreenTravelers juga percaya dengan pengurangan pemakaian bahan sintesis ini mengurangi kadar racun juga pada air mengalir. Pengurangan bahan sintesis pada satu lingkup daerah terbukti meningkatkan kualitas air, tanah dan udara.

Apakah makanan organik lebih bergizi dari makanan non-organik?

Banyak orang skeptis yang merasa tidak begitu ada perbedaan antara makanan organik dan yang non-organik. Tetapi pengumpulan informasi dari tahun ke tahun membuktikan sebaliknya: makanan organik lebih baik ketimbang yang non-organik.

Kenyataannya, makanan organik diproduksi dengan tanpa menggunakan bahan artifisial seperti pestisida dan suntik serta bahan kimia, akan membuat bahan makanan organik ini menjadi lebih bernutrisi. Pupuk kimia yang digunakan di produk konvensional membuat buah atau sayuran “dipenuhi” dengan air sehingga membuat nutrisi semakin sedikit. Karena produk organik tidak menggunakan pupuk kimia, maka nutrisi seperti vitamin, mineral dan antioksidan ditemukan lebih banyak ketimbang non-organik.

Banyak orang berasumsi penggunaan bahan kimia dan pestisida tidak berefek apa-apa pada tubuh manusia. Pada kenyataannya, bahan kimia itu bisa mengendap dalam tubuh manusia dan seperti bom waktu, akan “meledak” suatu hari nanti. Pestisida membahayakan, meski tidak secara langsung efeknya dirasakan.

Selain itu, buah dan sayuran yang tidak menggunakan pestisida akan membentuk sistem imun atau kekebalan tubuh untuk melindungi diri mereka dari serangan hama. Secara otomatis buah atau sayuran seperti ini akan memiliki kandungan phytonutrient dan antioksidan yang lebih tinggi. Sebaliknya pada produk non-organik yang menggunakan pestisida, mereka tidak memiliki kesempatan untuk membentuk sistem imun mereka sendiri yang berakibat kurangnya kandungan antioksidan.

Antioksidan yang tinggi akan membantu tubuh kita menangkis segala ancaman kuman penyakit dari luar. Secara keseluruhan, makanan organik lebih sehat daripada yang non-organik. Jadi, siapkah Anda beralih ke produk organik?

Saingan Fast Food: “Slow Food”

Selama ini, makanan yang kita kenal sebagai makanan cepat saji atau fast food semakin cepat perkembangannya. Hari ini GreenTravelers akan mengangkat tema tentang gerakan yang menjadi rival dari fast food: “Slow Food”.

Slow Food adalah sebuah organisasi global yang berasal dari Italia dengan suporter di lebih dari 150 negara di seluruh dunia yang menghubungkan antara kenikmatan makanan enak dan komitmen mereka akan lingkungan. Orang-orang yang sangat mencintai makanan mereka dan peduli akan lingkungan dan masyarakat.

Slow Food didirikan tahun 1989 di Italia sebagai wujud dari pesatnya perkembangan makanan cepat saji (fast food) dan hilangnya makanan tradisional serta ketertarikan masyarakat untuk menikmati makanan tradisional ini: dari mana makanan itu berasal, bagaimana rasanya dan bagaimana pilihan makanan kita bisa berdampak di seluruh dunia. Seperti kita tahu, fast food merupakan akar dari sebagian besar permasalahan obesitas anak, beberapa penyakit kronik dan gizi tidak seimbang.

Saat ini Slow Food sudah mempunyai lebih dari 100,000 anggota di seluruh dunia, termasuk juga sebuah jaringan dari 2,000 komunitas pangan yang melakukan “sesuatu” untuk memperbaiki kualitas pangan di dunia.

Salah satu program Slow Food adalah memperbaiki kualitas pangan dunia yang akan berdampak pada kesehatan dan kecerdasan anak-anak, sehingga secara otomatis akan menciptakan sebuah masa depan yang lebih cerah untuk generasi penerus kita.

Program lainnya dari Slow Food adalah ” A Thousand Gardens in Africa”, sebuah kegerakan yang bertujuan menciptakan seribu kebun yang menghasilkan bahan pangan di sekolah, rumah dan sebagainya di 25 negara Afrika. Tujuannya agar kebutuhan pangan masyarakat Afrika terpenuhi dan tidak ada lagi kelaparan di sana.

Nah, berikutnya ada dua kabar baik yang akan GreenTravelers sampaikan. Yang pertama, GreenTravelers sudah bergabung menjadi member dari Slow Food lho. Yang kedua, ternyata Slow Food punya basis di Indonesia juga: di Ubud Bali dan di Jakarta.

Tertarik? Coba kunjungi website resmi mereka.

Ayo! Jadilah bagian dari kegerakan untuk menjadikan bumi ini lebih baik!

Green Lantern? Green Hornet? No, it’s Green Ambassador!

Sudah pada nonton Green Hornet? Untung ketika film ini diputar, film asing masih belum dicekal. Pasti banyak di antara penggemar film sudah menonton film ini. Kalau Green Lantern mungkin nasibnya tidak sebaik saudaranya Green Hornet karena hingga saat ini belum masuk Indonesia.

Lantas, siapakah Green Lantern dan Green Hornet itu? Mereka adalah tokoh superhero kartun anak-anak yang kemudian diadaptasi menjadi film bioskop. Persamaan dari kedua tokoh “Green” ini adalah mereka superhero yang senantiasa menjaga perdamaian bumi dari ancaman si jahat yang mencoba mengacaukannya. Sifat mereka begitu heroik, tanpa pamrih sehingga hampir semua anak-anak mengidolakan para tokoh superhero ini. Well, bukan hanya Green Hornet dan Green Lantern saja, melainkan hampir semua tokoh superhero menjaga perdamaian dunia. Jujur saja ketika kecil saya sangat mengidolakan Spiderman. Semua anak-anak ingin menjadi superhero!

Tapi seiring betambah dewasanya seseorang, kita menyadari kalau superhero tersebut adalah rekaan semata, fiksi dan khayal. Kekuatan super itu tidak ada. Juga hingga saat ini belum ada cerita seseorang yang berhasil mendapatkan kekuatan super dari luar angkasa, ataupun setelah digigit laba-laba. Kita pun mulai meninggalkan sifat kanak-kanak tersebut. Seolah ingin menutupi kekecewaan kita, kita bahkan merasa bumi ini aman-aman saja: tidak ada ancaman dari luar angkasa, dokter gila yang ingin menguasai dunia dan sebagainya. Bumi ini baik-baik saja. Superhero hanyalah omong kosong!

Apa benar begitu? Teruslah membaca hingga akhir tulisan ini dan percaya atau tidak, Anda juga bisa menjadi seorang superhero!


Waktu kecil saya ingin sekali menjadi seorang yang mampu mengendalikan elemen seperti air, api dan angin. Saking berkhayalnya, semasa saya duduk di bangku SMP saya pun sempat menulis beberapa cerita pendek yang kuberi nama RPN (Role Playing Novel). Di situ diceritakan saya adalah seorang superhero yang melindungi bumi ini dari invasi dimensi lain. Di akhir cerita, musuh berhasil diusir dan bumi berhasil diselamatkan.

Ketika tumbuh dewasa, seperti orang kebanyakan, saya pun sadar semua superhero adalah cerita fiksi belaka. Tidak ada kekuatan super, tidak ada invasi dari dimensi lain. Bedanya, saya masih bercita-cita untuk menjadi seorang pahlawan yang melindungi bumi.

Hingga akhirnya aku sadar, bumi saat ini tengah terancam. Bukan dari invasi alien, dokter gila yang hendak menguasai dunia, dll, melainkan bumi ini tengah menuju kehancuran oleh karena ulah manusia sendiri.

Hal sederhana yang menjadi bukti bumi ini terancam adalah: global warming.

Dan melihat bumi ini terancam, sudah menjadi tugas seorang “superhero” seperti saya untuk melindungi bumi ini. Eng ing eng….!!! Superhero tanpa kekuatan super: Green Ambassador!!

Ya, semua dari kita bisa menjadi superhero. Kita bisa melindungi bumi yang kita cintai ini dari kehancuran. Kita bahkan tak perlu kekuatan super untuk melakukannya. Yang kita perlukan hanya dua bentuk kekuatan biasa yang bernamakan “kesadaran” dan “take action”.

Sadar kalau setiap dari kita adalah superhero penjaga bumi ini. Sadar akan kondisi bumi yang semakin bobrok. Sadar akan kelangsungan tempat tinggal kita untuk generasi anak cucu kita.

Take action dengan mulai menjaga kebersihan dan kelestarian bumi. Menyelamatkan hutan, melindungi laut, menjaga kualitas tanah dan udara. Tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi emisi gas buangan, hidup sehat dan bersih, mengurangi plastik, daur ulang material dan sebagainya.

Dengan kedua “kekuatan” itu, maka lahirlah juga seorang superhero Green Ambassador baru. Green Ambassador bertugas menyadarkan orang-orang agar semakin peduli dengan bumi ini, menginspirasi orang untuk hidup hijau, dan melindungi bumi ini.

Dan saat ini kami sudah menjadi seorang superhero tanpa kekuatan super. Apa bedanya Green Ambassador dengan Green Lantern atau Green Hornet, toh tugas kami adalah sama: menjaga kelangsungan hidup di bumi ini dan bumi ini sendiri. Lalu, siapa yang hari ini ingin menjadi seorang superhero??

Be a superhero, be a Green Ambassador! Go Green!!