Indonesia Negara Jorok?

Tidak, ini bukan soal kicauan Nazaruddin, atau pun soal korupsi yang merajalela di negri ini. Tulisan ini semata hanya bentuk keprihatinan kurangnya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kebersihan.

Beberapa waktu lalu, teman saya baru saja pulang dari Hongkong dalam rangka liburan. Setelah tak bertemu beberapa lama, akhirnya kami janjian di sebuah cafe di mall. Dalam pertemuan siang itu, begitu banyak cerita yang kami berbagi. Maklum, ia adalah seorang kawan lama yang sudah lama tidak bertemu denganku.

Dalam perbincangan kami sore itu, ia pun menanyakan kabar saya dan kompetisi Hilo Green Ambassador yang saya ikuti. (Hilo Green Ambassador adalah sebuah ajang pencarian duta lingkungan, red). Saya pun dengan bersemangat memaparkan beberapa kenyataan bahwa kondisi bumi ini semakin hari semakin memprihatinkan. Banyaknya orang yang cuek akan lingkungan ini lebih banyak daripada orang yang peduli. Ironis memang. Apalagi di negri kita ini selain sarat korupsi, juga ternyata sarat masalah lingkungan seperti air bersih, hutan, pencemaran laut dan sebagainya.

Saya pun kemudian memberikan beberapa contoh tindakan sederhana yang bisa kita lakukan seperti hemat kertas, mengurangi pemakaian kantung plastik, bawa sumpit dan botol minum sendiri dan sebagainya.

Lantas teman saya langsung tertawa. Saya bingung apa yang lucu di balik masalah serius ini. Kemudian ia berkata, “Indonesia memang negara yang jorok ya.” Kemudian ia melanjutkan, “Saya masih melihat orang-orang buang sampah dari jendela mobil. Trus buang sampah di sungai, udah gitu airnya dipake buat cuci baju dan mandi. Trus di musim lebaran gitu, suara mercon di mana-mana. Wah, parah.”

“Iya sih,” dalam hatiku membenarkan.

Lantas temanku pun langsung memberikan beberapa contoh yang sudah dilakukan Hongkong dan Singapura untuk ramah lingkungan. Di Singapura, membuang sampah dan meludah sembarangan akan didenda sangat berat! Permen karet adalah barang haram di negara itu. Sungai Singapura sendiri sangat bersih, bahkan digunakan sebagai salah satu daya tarik wisatawan yang bekunjung ke sana. Begitu juga dengan pantainya yang digunakan sebagai pementasan “Song of the Sea” dan sebagainya. Kesadaran dari warga Singapura sendiri akan kebersihan sudah otomatis, bukan karena dipaksakan aturan.

Lain lagi kalau di Hongkong. Kalau Anda makan di restoran di Hongkong, jangan berharap ada kertas tissue di meja. Rata-rata menggunakan serbet. Kalau Anda belanja di Hongkong, tidak akan diberikan kantung plastik (kecuali Anda berbelanja barang branded dan mahal). Orang-orang di sana sudah terbiasa membawa kantung belanjaan sendiri dari rumah, atau juga menggunakan ransel untuk menampung belanjaan mereka. Lantas kalau tidak membawa keduanya? Kita bisa mendapatkan kantung plastik dengan membayar lagi beberapa sen.

Dan menurut teman saya, akhir-akhir ini pemerintah Cina baru menggalakkan sebuah perundangan baru mengenai pemisahan limbah. Meniru dari Jepang, setiap rumah tangga diharuskan untuk memilah dan memisahkan sampah menurut jenisnya. Barangsiapa yang mencampur sampah akan dikenakan denda.

Jujur saja saya tercengang mendengar cerita teman saya itu. Ia pun mengatakan di Singapura kita bisa meminum air keran dengan aman. Warganya tidak akan mengalami krisis air bersih seperti di negara kita ini. Solar panel pun sudah dimanfaatkan beberapa gedung tinggi di Singapura dan Hongkong sebagai alternatif energi.

Mendengar cerita teman saya itu, saya semakin sadar betapa sedikitnya orang Indonesia yang peduli akan lingkungan. Sekedar sharing, saya pernah sharing dengan seorang teman saya yang lain. Dalam sebuah perbincangan membahas salah satu mall baru di Surabaya yang sudah Go Green, teman saya yang lain itu dengan cueknya berkata, “Ah buat apa peduli dengan go green go green. Yang penting kan duitnya, keuntungan yang bisa didapat, bukan konsep go green nya.” Saya hanya bisa tersenyum getir mendengar statement dari orang itu.

Kita selalu berharap negara kita maju. Namun pada kenyataannya, karunia Yang Maha Kuasa dan gelar “Zamrud Khatulistiwa” pun tidak bisa kita buktikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Negara maju yang sekelas Singapura dan Hongkong saja tahu caranya Go Green, mengapa kita yang mempunyai seabrek kekayaan alam malah bertindak sebaliknya dengan merusak alam?

Belum lagi mental orang-orang Indonesia yang suka membuang sampah sembarangan, dan yang paling parah, yang ada di otak hanya ada keuntungan dan uang saja. Demi keuntungan dan uang mereka memilih mengorbankan bumi ini dan kepentingan orang banyak. Kalau sudah begitu, tidak salah pernyataan yang diberikan oleh teman saya tadi, “Indonesia memang negara yang jorok ya.”

Badai Matahari Ganggu Penerbangan dan Komunikasi

LONDON–MICOM: Selama beberapa dekade, badai matahari tampaknya semakin menganggu pesawat terbang dan luar angkasa. Demikian disampaikan oleh para peneliti dari Reading University.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Geophysical Research Letters ini memprediksi suatu saat matahari akan mengalami pergeseran ke bawah dan menjadi lebih dekat dengan bumi.

Kondisi itu akan menimbulkan radiasi berbahaya yang menjangkau bumi.

Tim peneliti mengatakan beberapa saat terakhir ini matahari mencapai solar maksimum, yaitu suatu periode di mana lidah api dan bintik matahari akan mencapai aktivitas puncaknya.

Fase ini mulai terjadi pada 1920-an dan sepanjang usia angkasa luar.

Profesor dari Reading University, Mike Lockwood, mengatakan: “Seluruh bukti menunjukkan matahari dalam waktu dekat tidak lagi mencapai solar maksimum dan aktivitas di kutub matahari malah akan mengalami penurunan.”

“Siklus puncak solar maksimum terjadi tiap 11 tahun, dan lingkaran bintik matahari lebih besar dan jangkauan lidah api serta aktivitas lainnya lebih luas.”

“Di sisi lain ketika solar minimum terjadi hampir tidak ada bintik pada matahari selama beberapa dekade. Kondisi ini terjadi pada masa Maunder Minimum, antara tahun 1650-1700.”

Penelitian ini mengindikasikan bahwa sebagian besar radiasi mengenai bumi selama periode aktivitas matahari yang cukup.

Peningkatan radiasi akan menyebabkan masalah pada penerbangan dan teknologi komunikasi yang belum ada ketika lingkar matahari mengakhiri masa solar maksimumnya.

Penelitian mendasarkan temuannya pada bukti dari gunung es dan batang pohon yang kondisinya mirip dengan 10.000 tahuh lalu.

Tim menyakini tingkat nitrat dan isotop kosmogenik akan memasuki atmosfir dan disimpan dalam es dan material organik.

“Kami menggunakan data ini untuk menyatakan bahwa kombinasi yang tidak menguntungkan dari kondisi matahari akan terjadi dalam beberapa dekade mendatang,” kata Professor Lockwood.

“Pertanyaannya hanya seputar bagaimana kemungkinan terburuk dari radiasi dan sampai kapan akan terjadi.” (BBC/OL-3)

Keyboard Ramah Lingkungan – Tenaga Matahari

Produsen piranti komputer seperti mouse dan keyboard, Logitech, baru-baru ini menelurkan satu inovasi dalam produknya: Solar-powered Keyboard (atau keyboard bertenaga surya).

Keyboard yang diberi nomor seri K750 dan wireless ini sepertinya serba “hijau” dalam segala halnya (kecuali warnanya yang hitam atau putih). Mulai dari bahan keyboard yang bebas PVC (plastik), packaging yang terbuat dari materi daur ulang,  tanpa buku manual yang terbuat dari kertas dan hanya membutuhkan cahaya untuk menghidupkannya.

Dua solar panel di sisi atas berfungsi untuk men-charge baterai bahkan dalam keadaan ruangan remang-remang. Ketika keyboard ini dikeluarkan dari bungkusnya, baterai sudah terisi 50% hanya dengan menaruh di bawah sinar matahari selama 15 menit.

Aplikasi yang bisa didownload gratis membuat keyboard ini semakin menarik. Dengan satu tombol tertentu kita bisa melihat berapa tenaga yang tersimpan dalam baterai dan sekaligus lampu indikator merah/hijau untuk status tenaga baterai.

Desainnya yang minimalis dan nyaman khas Logitech membuat pengguna nyaman dalam mengetik. Unifying USB Receiver yang umumnya dipakai di piranti Logitech lainnya mampu menghubungkan antara piranti dengan PC/laptop ataupun dengan piranti Logitech lainnya secara nirkabel (wireless).

Opini GreenTravelers: satu terobosan baru setelah laptop bertenaga surya. Seharusnya semakin banyak produsen yang membawa tema “hijau” dalam pengembangan produknya. Produk-produk yang ramah lingkungan, sedikit plastik, packaging yang minimalis itulah yang dibutuhkan untuk mengurangi limbah elektronik yang tidak terpakai lainnya.

Berkenalan Dengan Terumbu Karang Indonesia

Terumbu karang (coral reef) di Indonesia merupakan yang terkaya di dunia. Diperkirakan dari total luas terumbu karang di dunia yang mencapai 284.300 km2, 18 % (85.200 km2) diantaranya berada di wilayah Indonesia. Hal ini juga berkaitan dengan Indonesia yang sebagai negara maritim terbesar di dunia yang memiliki perairan seluas 93 ribu km2. Terumbu karang Indonesia juga memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia dengan lebih dari 18% terumbu karang dunia, serta lebih dari 2.500 jenis ikan, 590 jenis karang batu, 2.500 jenis moluska, dan 1.500 jenis udang-udangan. Sejauh ini telah tercatat lebih dari 750 jenis karang yang termasuk kedalam 75 marga terdapat di Indonesia.

Terumbu karang Indonesia juga termasuk dalam wilayah segitiga karang dunia (coral triangel) yang merupakan pusat keanekaragaman hayati dunia. Segitiga karang meliputi Indonesia, Philipina, Malaysia, Timor Leste, Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon. Jika ditarik garis batas yang melingkupi wilayah terumbu karang di ke-6 negara tersebut maka akan menyerupai segitiga. Itu sebabnya wilayah tersebut disebut sebagai segitiga karang dunia (coral triangle). Total luas terumbu karang di coral triangle sekitar 75.000 Km2.

Kawasan di Indonesia yang memiliki terumbu karang yang cukup baik diantaranya adalah Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat. Berdasarkan sebuah kajian ekologi yang dipimpin oleh The Nature Conservancy (TNC) dengan melibatkan para ahli terumbu karang dan ikan dunia pada tahun 2002, ditemukan sekitar 537 jenis karang dan 1074 jenis ikan di kepulauan Raja Ampat. Ini berarti Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan dengan jumlah jenis terumbu karang tertinggi di dunia.

Jumlah jenis terumbu karang di Raja Ampat tersebut merupakan 75% dari seluruh jenis terumbu karang dunia yang pernah ditemukan. Walaupun kepulauan Carribean di Amerika tengah dan Great Barrier Reef Marine Park di Australia sangat terkenal, kedua kawasan tersebut hanya memiliki sekitar 400 jenis karang.

Beberapa kepulauan di Indonesia yang lain juga memiliki jenis karang cukup tinggi.  Seperti di Kepulauan Derawan, Kaltim (444 jenis karang), Pulau Banda (330 jenis). Juga di Nusa Penida (Bali) , Komodo (NTT), Bunaken (Sulut), Kepulauan Wakatobi (Sultra), dan Teluk Cendrawasih (Papua).

Terumbu karang sendiri mempunyai fungsi dan manfaat serta arti yang amat penting bagi kehidupan manusia baik segi ekonomi maupun sebagai penunjang kegiatan pariwisata. Manfaat tersebut antara lain:

  • Proses kehidupan yang memerlukan waktu yang sangat lama untuk tumbuh dan berkembang biak untuk membentuk seperti kondisi saat ini.
  • Tempat tinggal, berkembang biak dan mencari makan ribuan jenis ikan, hewan dan tumbuhan yang menjadi tumpuan kita.
  • Sumberdaya laut yang mempunyai nilai potensi ekonomi yang sangat tinggi.
  • Sebagai laboratorium alam untuk penunjang pendidikan dan penelitian.
  • Terumbu karang merupakan habitat bagi sejumlah spesies yang terancam punah seperti kima raksasa dan penyu laut.
  • Dari segi fisik terumbu karang berfungsi sebagai pelindung pantai dari erosi dan abrasi, struktur karang yang keras dapat menahan gelombang dan arus sehingga mengurangi abrasi pantai dan mencegah rusaknya ekosistim pantai lain seperti padang lamun dan magrove.
  • Terumbu karang merupakan sumber perikanan yang tinggi. Dari 132 jenis ikan yang bernilai ekonomi di Indonesia, 32 jenis diantaranya hidup di terumbu karang, berbagai jenis ikan karang menjadi komoditi ekspor. Terumbu karang yang sehat menghasilkan 3 – 10 ton ikan per kilometer persegi pertahun.
  • Keindahan terumbu karang sangat potensial untk wisata bahari. Masyarakat disekitar terumbu karang dapat memanfaatkan hal ini dengan mendirikan pusat-pusat penyelaman, restoran, penginapan sehingga pendapatan mereka bertambah.

Namun yang patut disayangkan, ternyata hanya sekitar 30% saja terumbu karang di Indonesia yang masih bagus kondisinya. Menurut studi yang dilakukan oleh COREMAP (2000), menyimpulkan bahwa kondisi terumbu karang Indonesia yang masih “sangat bagus” hanya 6,1% dan yang berstatus “bagus” hanya 22,68%. Selebihnya dalam kondisi Rusak (31,46%) dan rusak berat (39,76 %).

kerusakan terumbu karangSenada, Wilkinson, ahli terumbu karang dunia, menyatakan bahwa sekitar 40 % terumbu karang Indonesia berstatus “rusak berat” dan hanya 29 % yang kondisinya “bagus” hingga “sangat bagus”. Pun demikian menurut Suharsono yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI dan mulai memantau kondisi terumbu karang di 73 daerah dengan 841 stasiun dari Sabang hingga Kepulauan Padaido, Irian Jaya Barat sejak 1993 sampai 2007. Hasilnya menunjukkan kondisi terumbu karang di Tanah Air pada akhir 2006, 5,2 persen dalam kondisi sangat baik, 24,2 persen dalam kondisi baik, 37,3 persen dalam kondisi sedang dan 33,1 persen dalam kondisi buruk.

Kerusakan terumbu karang ini sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia diantaranya adalah penangkapan ikan dengan racun dan bom, pengambilan karang, sendimentasi yang diakibatkan oleh penebangan hutan dan pembangunan kota serta over fishing.

Selain itu, kerusakan terumbu karang juga diakibatkan oleh pemanasan global yang berakibat pada peningkatan keasaman kondisi samudra dan pemanasan temperatur.

Melihat fungsi penting terumbu karang bagi kehidupan manusia, maka pada pertemuan APEC di Sydney tahun 2007, Presiden Republik Indonesia – Susilo Bambang Yudhoyono telah mencanangkan perlindungan terhadap terumbu karang di kawasan segitiga karang dunia bersama 6 negara coral triangle lainnya (CT6). Inisiatif CT6 untuk melindungi terumbu karang di coral triangle disebut Coral Triangle Initiative (CTI). Inisiatif ini mendapat banyak dukungan dari negara maju seperti Amerika dan Australia. Sekarang bagaimana dengan Anda?

Wow Ada Rangkaian Gunung Berapi Di Bawah Antartika!

Wow, penemuan rangkaian gunung berapi dibawah antartika ini sangat mengejutkan. Para ilmuwan dari British Antarctic Survey berhasil memetakan rangkaian gunung berapi di bawah laut beku di dekat Antartika. Beberapa di antaranya masih aktif. Ini merupakan penemuan gunung berapi bawah laut pertama di kawasan tersebut.

Menggunakan kapal yang dilengkapi dengan teknologi pemetaan dasar laut RRS James Clark Ross, para ilmuwan menemukan 12 gunung berapi di daerah tersebut. Tinggi gunung bervariasi dan ada yang mencapai 3.000 meter lebih dari dasar laut.

Dalam ekspedisi ini, mereka juga menemukan kawah berdiameter 5.000 meter. Kawah ini diduga terbentuk akibat letusan gunung berapi. Sebanyak tujuh gunung yang aktif terhampar membentuk rantai mirip gugusan pulau.

https://i1.wp.com/www.industrialmarinepower.com/img/20110712110842.jpg

Penemuan ini sangat penting untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi ketika gunung berapi di bawah laut meletus atau runtuh. Juga untuk mengetahui seberapa besar potensi terjadinya tsunami yang bisa ditimbulkan.

Selain itu, hal ini menarik untuk melihat ragam serta seberapa banyak kehidupan makhluk laut yang berada di lanskap bawah laut tersebut. Itu terkait dengan air panas yang ditimbulkan oleh aktivitas gunung berapi.

Berbicara pada simposium internasional bertema “Antarctic Earth Sciences” di Edinburgh, Inggris, pada awal bulan ini, Phil Leat dari British Antarctic Survey menuturkan, “Masih banyak rahasia aktivitas gunung berapi di bawah laut yang belum kita pahami.”

Menurut Leat, “Teknologi pemetaan bawah laut yang ada saat ini tak hanya menyuguhkan sepotong cerita tentang evolusi bumi, tapi juga memberi petunjuk mengenai seberapa bahaya ancaman yang ditimbulkan terhadap wilayah padat penduduk.”

Rangkaian gunung berapi bawah laut ini terbentang di South Sandwich Islands. Letaknya terkucil dan air laut di atasnya sebagian tertutup salju.

https://i1.wp.com/www.sciencenewsblog.com/pics/12_volcanoes_antarctic_survey.jpg

Terakhir kali terjadi letusan di wilayah ini pada 2008. Leat mengaku tim yang dipimpinnya cukup terkejut oleh penemuan itu.

Kami tak bermaksud mencari gunung berapi di sana. Kami mendatangi wilayah ini karena ada daerah yang tak dikenal di peta dan kami juga tak tahu ada apa di bawah sana. Kami hanya ingin mengisi kekosongan itu,” ucap Leat.

Selama penjelajahan, Leat mengaku banyak hal mengejutkan terjadi. “Sangat menyenangkan melihatnya,” ucap Leat. “Ketika kami sedang asyik mengamati gambar sonar dasar laut di layar monitor, tiba-tiba dasar laut seolah menjulang menghampiri kapal.”

Lain waktu, dia menuturkan, pada suatu malam mereka bertemu dengan gunung berapi yang sangat besar. Gunung tersebut sangat dekat dan seolah akan menerjang kapal RRS James Clark Ross. “Sangat menakutkan. Kami kira kapal akan membentur puncak gunung tersebut,” ujarnya.

Beruntung, kapal tersebut segera memutar haluan. Ketika pada siang hari mereka kembali ke daerah itu, ternyata didapati beberapa puncak gunung memang timbul ke permukaan laut. Tingginya sekitar 50 meter dari permukaan laut.

Meski kebanyakan dari puncak gunung tersebut tak terlihat dari permukaan laut dan harus dibantu dengan perangkat pemetaan tiga dimensi untuk mendeteksinya, para ilmuwan berkeyakinan bahwa yang mereka temukan adalah gunung berapi.
sumber:tempointeraktif.com

Travelling Buat Orang Lebih Muda & Seksi

Liburan tidak hanya bermanfaat sebagai pelepas lelah dan penat karena bekerja. Kegiatan menyenangkan yang satu ini ternyata juga bisa membantu orang terlihat lebih menarik secara seksual. Lebih dari itu, liburan dengan travelling ke luar negeri atau luar kota juga memberi efek meremajakan tubuh serta meningkatkan efisiensi kerja.

Fakta menarik ini terungkap setelah diadakan penelitian oleh tim dari Baylor College of Medicine, Houston, Amerika Serikat. David Eagleman, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut menyimpulkan, perjalanan liburan bisa membantu seseorang merasa lebih muda.

Menurut David, seperti dikutip dari Genius Beauty, bepergian ke tempat-tempat yang sebelumnya tidak pernah didatangi akan memicu otak untuk mendatangkan perasaan yang menyenangkan. Orang dewasa akan merasakan kesenangan yang sama seperti ketika anak kecil menemukan sesuatu yang baru. Lebih unik dan eksotis tempat yang didatangi, akan menimbulkan efek yang lebih baik.

Berapa lama waktu yang dihabiskan saat liburan, ternyata tidak terlalu berpengaruh. Meskipun hanya dua hari atau seminggu, jika tempat liburan tersebut jarang atau tidak pernah didatangi, tetap akan efektif membantu peremajaan tubuh dan pikiran. Setelah pulang dari bepergian, biasanya orang akan terlihat lebih menarik. Wajah mereka jadi lebih ceria dan kulit tampak merona.

Manfaat liburan tidak hanya sampai di situ. Selain membuat seseorang terlihat lebih menarik dari luar, liburan juga membuat orang jadi lebih cerdas dan mampu mengembangkan kreativitas. Alasannya, karena travelling ke tempat yang asing, akan mendorong kita membuat perencanaan perjalanan, mempelajari peta dan belajar mengatasi situasi sulit yang mungkin terjadi selama perjalanan.

Hal ini juga dibenarkan William Maddux, psikolog sosial asal Amerika. Menurutnya, orang-orang yang tinggal di luar negeri lebih bisa mengembangkan kemampuan untuk menjadi kreatif. Namun, bukan berarti semua orang yang tinggal atau liburan di negara lain otomatis akan jadi lebih kreatif.

Hal itu tergantung pada kegiatan yang mereka lakukan selama berada di negara tersebut. Jika Anda hanya tinggal di kamar hotel dan menonton TV selama liburan, bukan kreativitas yang didapat, tapi justru tubuh yang menggemuk dan kurang fit karena jarang bergerak.

Lombok – What To See, Touch and Feel

Lombok, sebuah pulau nan eksotis di sebelah timur pulau Bali ini memiliki bejuta-juta keindahan dan daya tarik yang luar biasa. Bagi Anda yang bosan berlibur ke Bali dan mencari alternatif tujuan traveling baru, mungkin Lombok bisa menjadi jawaban.

Ibukota – Mataram

Pulau Lombok

Kota Mataram sebagai ibukota dari pulau Lombok. Bila Anda mengunjungi pulau Lombok menggunakan pesawat, akan mendarat di kota yang penuh keramahan ini. Kota Mataram tidak terlalu besar, namun penduduk di sana ramah-ramah (terbukti dari keramahan warga di sana ketika GreenTravelers mengunjungi Lombok setahun silam). Penginapan di sana pun relatif murah. Waktu itu, GreenTravelers mendapat rate Rp. 140.000,- per malam dengan fasilitas kamar ber-AC dan kamar mandi dalam.

Makanan yang harus dicicipi adalah ayam taliwang khas Lombok. Ayam ini berukuran kecil dan rasanya pedas. Harganya pun relatif murah apabila disantap di tempat.

Ayam Taliwang khas Lombok

Pantai Senggigi

Sunset di Senggigi

Yang membuat takjub dari pantai ini adalah perpaduan view perbukitan dan pantai di saat yang bersamaan. Suasananya sangat tenang, cerah dan membuat hati jadi tentram. Sunset di sana adalah yang daya tarik terbaiknya. Senggigi bisa dicapai hanya dalam waktu kurang dari 1 jam dari Mataram. Hanya saja penginapan di Senggigi relatif mahal.

Oya, jangan lupa mengunjungi situs Batu Bolong di sana, objek wisata yang cukup menarik dan unik di Senggigi.

Air Terjun – Sendang Gile dan Kelambu

Sendang Gile

Kedua air terjun ini berasal dari mata air yang terletak di Gunung Rinjani. Untuk mencapai kedua air terjun memang butuh pengorbanan yang lebih. Setelah sampai di lokasi parkiran, kita harus jalan dan trekking menembus hutan dan menyusuri sungai. Tapi hasilnya, wow! Sepadan! Menurut GreenTravelers, air terjun Sendang Gile adalah salah satu air terjun terbaik di Indonesia dan objek foto yang indah. Sedangkan air terjun Kelambu lebih kecil dan menyerupai tirai, makanya disebut air terjun Kelambu.

 

Tiga Pulau Bersaudara – Gila Meno, Air dan Trawangan

Tiga Gili Bersaudara

Ketiga pulau ini terkenal akan pantainya, mataharinya dan spot diving/snorkeling nya. Pasirnya yang putih dan halus, matahari yang cerah, suasananya.. Segalanya sempurna. Untuk mencapai ketiga pulau ini bisa membeli tiket dari dermaga Bangsal. Sebaiknya ikut kapal transportasi umum saja. Biasanya begitu tiba di Bangsal langsung ditawari sewa kapal cepat (yang harganya sangat mahal). Tolak saja dengan halus dan masuk ke loket untuk membeli tiket kapal penumpang umum.

Gili Meno dan Gili Air terkenal akan ketenangannya. Bila Anda sedang berbulan madu, kedua pulau ini paling pas. Sedangkan apabila Anda pergi berlibur bersama teman-teman, sebaiknya pilih Gili Trawangan.

Beberapa saran ketika di Gili Trawangan:

– Bila ingin mencari alternatif penginapan murah kelas backpacker, cobalah mencari penginapan di dalam pedesaan. Jangan mencari hotel di jajaran pantai karena harganya mahal.

– Makanan dan air minum di sana cukup mahal. Sekali makannya bisa sampai Rp. 30.000,-. Bila mau irit, belilah air minum dari pulau utama dan refill di hotel.

– Sewalah sepeda dan bersepedalah mengelilingi Gili.

– Bila Anda hobi mengamati langit, jam 10 malam, tiduran di pantai dan lihatlah ke langit. Bila cuaca cerah Anda akan bisa melihat bintang jatuh setiap 15 menitnya.

Kuta Lombok

Kuta Lombok

Yap, Kuta di pulau Lombok (namanya memang pantai “Kuta”). Letaknya di sisi selatan Lombok. Nama boleh sama, tapi percayalah, Kuta Lombok jauh lebih indah dibandingkan Bali (menurut GreenTravelers). Karena letaknya langsung berhadapan dengan samudera, ombaknya sangat pas untuk berselancar (ayo siapa yang hobi surfing di sini?). Pantainya dengan pasir yang putih dan sehalus merica.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika traveling ke Lombok Selatan.

– Warganya kurang begitu ramah (setidaknya tidak seramah Lombok utara). Bahasanya juga sedikit sulit didengar.

– Berhati-hati diserbu oleh penjual dan penjaja (mob). Penjual di sana terkesan “memaksa”. Ini yang menurut GreenTravelers membuat sangat tidak nyaman.

– Kawasan Lombok selatan relatif rawan di malam hari. Hindari jalan-jalan sendirian selepas maghrib.

Sebenarnya masih banyak lagi objek wisata yang belom dibahas GreenTravelers di sini: Gunung Rinjani, Segara Anakan, Lombok Timur dll. Kita sambung lain kali ya. Selamat berlibur!